 |
sc. indonesiabaik |
Harapan saya sebagai seorang guru
honorer di usia kemerdekaan RI yang ke-78 ini adalah semakin banyak livable
city alias kota layak huni di negeri ini. Karena dengan begini maka peluang
untuk mewujudkan fungsi pendidikan nasional semakin terbuka lebar. Hal ini akan
berdampak pada jalan menuju Indonesia emas. Mengapa demikian?

Sebagaimana tercantum dalam pasal 3
Undang-undang No. 20 Tahun 2003 yang berbunyi: “Pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Berdasarkan definisi tersebut, terlihat jelas bahwa tidak hanya kepandaian,
keterampilan yang diharapkan ada di dalam diri para generasi penerus bangsa,
melainkan juga diharapkan memiliki karakter positif serta sehat jasmani dan
rohani.
Fungsi pendidikan nasional yang begitu
mulia tersebut dapat terwujud dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan
menghadirkan sebuah tempat hidup yang menghadirkan rasa aman, nyaman,
memberikan kemudahan bagi generasi penerus bangsa untuk belajar, serta
kemudahan untuk meraih sehat lahir dan juga batin. Nah, poin-poin tersebut
dapat kita temukan pada kota layak huni atau livable city. Kota layak huni atau
livable city itu sendiri merupakan gambaran sebuah lingkungan dan suasana kota
yang nyaman sebagai tempat tinggal dan sebagai tempat untuk beraktifitas yang
dilihat dari berbagai variabel baik fisik maupun non-fisik (Wheeler, 2004)
Kota-kota di Kanada sudah menerapkan
livable city. Bahkan 3 wilayah di Kanada masuk dalam 10 livable city terbaik di
dunia. Banyaknya livable city di Kanada secara tidak langsung dapat
mengantarkannya menjadi negara dengan penduduk paling berpendidikan di dunia
pada tahun 2022. Demikian juga dengan Jepang. Hal ini juga menjadi salah satu
faktor pendukung yang membuat Jepang meraih peringkat kedua sebagai negara
paling berpendidikan di dunia.
Biaya bukanlah satu-satunya faktor yang
membuat seseorang menjadi berpendidikan atau tidak. Dukungan dari lingkungan
terdekat hingga lingkungan sekitarlah yang membuat seseorang mau bahkan bersemangat
menempuh pendidikan. Nah dukungan seperti itu bisa juga kita temukan di kota
layak huni yang sudah didesain sedemikian rupa untuk memberikan rasa nyaman,
dukungan bagi yang tengah belajar atau menuntut ilmu berupa menyediakan pusat
pendidikan, pusat kesehatan, pusat hiburan, area kerja atau perkantoran, pusat
kegiatan masyarakat, dan sebagainya.
Lalu bagaimana dengan Livable City di
Indonesia? Alhamdulillah, ada Sinar Mas Land. Yup, Sinar Mas Land kembangkan konsep livable city
di negeri ini dengan menerapkan konsep pembangunan 4 pilarnya yang terdiri dari
Live, learn, work, dan play. Dalam website Sinarmas Land disebutkan mengenai
maksud dari 4 pilar pembangunan.
- Live mengacu pada sarana dan prasarana
yang mendukung kebutuhan hidup masyarakat, seperti: hunian, pusat perbelanjaan,
ruang publik, akses jalan, dan keamanan.
- Learn mengacu pada sarana dan prasarana
yang mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat, seperti: sekolah formal,
sekolah vokasional, sekolah dasar hingga atas, serta universitas nasional dan
internasional.
- Work mengacu pada sarana dan prasarana
yang mendukung kebutuhan profesional dan lapangan kerja, seperti: pusat
perkantoran, green office, kota
industri, serta area komersial.
- Play mengacu pada sarana dan prasarana
yang mendukung kebutuhan emosional dan rekreasi masyarakat, seperti: pusat
olahraga, taman rekreasi, exhibition halls, hingga pusat kuliner.
“BAGAIMANA
PENERAPAN KONSEP PEMBANGUNAN LIVABLE CITY DI INDONESIA?”
BSD City adalah salah satu Livable City
di negeri ini. Saat kita ke BSD City maka kita akan dengan mudah menjumpai
hunian, sekolah formal maupun informal, universitas, rumah sakit, kantor, mall,
taman, tempat ibadah, dan sebagainya. Jadi semua yang dibutuhkan sudah tersedia
di BSD City.
 |
topbusiness.id |
Saya jadi membayang betapa banyak
kemudahan yang didapatkan jika tinggal di BSD City. Tak perlu pergi jauh jika
ingin menghilangkan penat yang setipis tisu, cukup pergi ke area taman yang
tersedia di sana, atau ke pusat hiburan. Lalu jarak antara sekolah anak dan tempat
kerja pun jadi tak sejauh tanggal muda ke tanggal tua, dan sebagainya. Kemudahan-kemudahan tersebut akan mengantarkan
orang-orang yang bertempat tinggal di sana mendapatkan hal yang paling berharga
yakni waktu, waktu bersama orang-orang terkasih dan tercinta. Orang tua jadi
lebih banyak waktu bersama anak-anak yang bisa dimanfaatkan untuk membangun
bonding dengan anak, atau bisa melakukan me time, update skill, dan sebagainya.
Hal seperti akan membuat anak-anak tumbuh dan berkembang dengan baik.
Fyi, BSD city ini adalah salah satu
livable city karya Sinar Mas Land, lho. Keren ya? Konsep pembangunan 4 pilar
pun bisa dengan mudah kita temukan di sini.
Harapan saya, semoga Sinar Mas Land bisa
menghadirkan livable city di kota-kota lainnya. Dengan begitu, maka makin
banyak masyarakat negeri ini yang bisa menjalani hidup dengan layak,
mendapatkan semua haknya tak terkecuali hak mendapatkan pendidikan yang baik,
mulai dari pendidikan di keluarga, sekolah, hingga lingkungan tempat tinggal. Dengan
memiliki SDM yang berpendidikan maka jalan menuju Indonesia emas semakin mudah.
***
Referensi
https://www.sinarmasland.com/development/township/bsd-city
https://globalnews.ca/news/9787103/canada-most-liveable-cities-top-10-2023/
https://data.goodstats.id/statistic/yukilase/kanada-puncaki-jajaran-negara-paling-berpendidikan-tahun-2022-WgigC